Karena itu, kinerja Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido dinilai dapat menjadi salah satu contoh bagaimana figur kader bisa memberikan efek terhadap citra partai.
Di sinilah Anwar Hafid Effect menjadi menarik. Efek tersebut bukan hanya soal popularitas seorang tokoh, melainkan bagaimana keberhasilan seorang kader dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan masyarakat terhadap partai.
Talitti menilai hasil survei tidak seharusnya hanya menjadi bahan untuk saling menyalahkan.
Sebaliknya, survei harus dibaca sebagai alarm bagi Partai Demokrat untuk melakukan evaluasi.
Ada dua persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Pertama, konsolidasi organisasi Demokrat dari tingkat pusat hingga daerah harus lebih massif.
Kedua, kerja kader Demokrat yang berada di pemerintahan maupun legislatif harus lebih terlihat oleh publik.
Pasalnya, masyarakat tidak akan mengetahui keberhasilan seorang kader apabila kerja tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik.
BACA JUGA : Gubernur Sulteng Anwar Hafid Pilih Jalur ‘Tidak Populer’, Strategi Tulus atau Taktik Politik Baru?
Dalam konteks ini, Anwar Hafid percontohan nasional menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan.
Jika model yang berkembang di Sulawesi Tengah dapat direplikasi di daerah lain, Demokrat dinilai memiliki peluang membangun kembali persepsi positif terhadap partai.
Talitti juga menyoroti pola kerja kader Demokrat yang duduk di lembaga legislatif.
Menurutnya, anggota DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota harus lebih sering turun ke daerah pemilihan.
Bukan hanya ketika memasuki masa reses. Masyarakat harus mengetahui apa yang telah diperjuangkan wakil mereka, berapa anggaran yang dikawal dan apa manfaat yang akhirnya diterima.
Dengan demikian, evaluasi terhadap kinerja kader Partai Demokrat tidak hanya berhenti pada laporan internal partai.
Kerja politik harus benar-benar terlihat di tengah masyarakat. Selain memperkuat kerja lapangan, Demokrat juga dinilai perlu melakukan perubahan dalam komunikasi politik.
Talitti mendorong hadirnya Jubir Milenial Partai Demokrat yang mampu membawa narasi partai ke ruang digital.


