SULTENG – Partai Demokrat tengah menghadapi tantangan elektabilitas menjelang Pemilu 2029.
Namun di tengah kondisi tersebut, kader Demokrat di Sulawesi Tengah justru membawa nama Anwar Hafid-Reny Lamadjido sebagai contoh keberhasilan yang dinilai layak dijadikan model secara nasional.
Fenomena inilah yang kemudian memunculkan apa yang disebut sebagai Anwar Hafid Effect.
BACA JUGA : Sulteng Jadi Pijakan Demokrat Menuju 2029, Target Pilpres hingga Sapu Bersih Pilkada
Juru Bicara DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Talitti Paluge, menilai keberhasilan kader Demokrat di Sulawesi Tengah tidak semestinya hanya menjadi kebanggaan daerah.
Menurutnya, kinerja Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido dapat menjadi contoh bagaimana kader Demokrat yang berada di pemerintahan harus membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperlihatkan hasil kerja secara nyata.
Pernyataan tersebut muncul di tengah hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang kembali memotret posisi Partai Demokrat dalam peta politik nasional.
Dalam survei terbaru LKPI yang dirilis Oktober 2026, elektabilitas Demokrat berada di angka 4,1 persen. Angka tersebut menempatkan Demokrat di bawah sejumlah partai politik besar lainnya.
Kondisi ini membuat persoalan elektabilitas Demokrat kembali menjadi perhatian menjelang Pemilu 2029.
BACA JUGA : Pecahnya Pilihan Politik di ‘Rumah Tangga’ Ahmad Ali | Nugi Tinggalkan NasDem dan Pilih PSI
Namun menariknya, ketika Demokrat di tingkat nasional menghadapi tantangan, Demokrat Sulteng justru memiliki modal politik yang relatif kuat melalui figur Anwar Hafid.
Talitti menilai persoalan Demokrat saat ini bukan semata-mata karena partai tidak memiliki kader yang bekerja.
Persoalannya, kerja kader tersebut dinilai belum dikomunikasikan secara maksimal kepada masyarakat.
“Ketika kader bekerja dengan baik dan dikomunikasikan dengan baik, publik akan merespons positif,” demikian garis besar pandangan Talitti dalam evaluasinya terhadap kondisi Demokrat.
Menurutnya, Sulawesi Tengah memberikan contoh menarik. Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido tidak hanya menjadi pasangan kepala daerah, tetapi juga menjadi wajah Demokrat di tingkat pemerintahan daerah.
BACA JUGA : Ahmad Ali Bawa Efek Baru ke PSI, Peta Politik Sulteng Bergeser? 600 Kader Merapat Jelang 2029


