AKADEMISI SEBUT ALI – ATJO PASANGAN IDEAL YANG BIKIN SULTENG ALAMI LONJAKAN

“Karena keduanya mempunyai kepentingan politik masing-masing. Apalagi beda partai” jelasnya.

Kolaborasi Politisi dan Birokrat, masih Misran Lawani, akan menghasilkan kepemimpinan yang ideal dan kokoh, sehingga diyakini akan ada keseimbangan dalam menjalankan roda pemerintahan nantinya.

Misran menilai kelebihan dari seorang politisi, selain punya basis massa, dinilai punya kemampuan lobby, membangun strategi dan jaringan, mempunyai kekuatan mengambil kebijakan secara politis, serta punya hubungan secara parsial dengan DPRD. Sementara birokrat, punya hubungan hirarki dengan struktur aparatur, mengerti seluk beluk pemerintahan, mempunyai kemampuan operasional pemerintahan, serta bermanfaat pada saat proses pemerintahan sedang berjalan.

ADVERTISEMENT
PARALLAX ADSMasukkan gambar/kode iklan dari Customizer

“Kombinasi Ahmad Ali dan Hasanuddin Atjo, telah mempunyai modal kuat untuk berkontestasi dalam Pilkada. Selain latar belakang karier yang berbeda, keduanya telah memiliki modal utama, yaitu modal sosial, modal budaya, modal politik, modal ekonomi, dan modal intelektual” bebernya.

Menurut dia pasangan calon kepala daerah memiliki peluang besar terpilih manakala memiliki akumulasi lebih dari satu modal, semakin besar pasangan calon yang mampu mengakumulasi empat modal itu, maka semakin berpeluang terpilih sebagai kepala daerah.

Istimasi akademisi asal Poso ini peluang terpilihnya pasangan kandidat merupakan bagian dari proses yang kompleks, maka tidak bisa dikatakan sebagai hasil hanya dari salah satu faktor saja atau modalitas tertentu.

Modal politisi Ahmad Ali, tidak dapat disangsikan lagi. Posisi di struktur Partai Nasdem, sebagai Bendahara Umum, adalah satu ukuran. Perolehan suara pada Pileg memperebutkan kursi DPR RI, meraih suara terbanyak dibanding pesaingnya, yaitu sebesar 152.270 atau sekitar 8.01 persen dari total wajib pilih kurang lebih 1.900,000 jiwa. Sementara rivalnya hanya dikisaran 2-5 persen saja.

Sementara Dr. Hasanuddin Atjo, sebagai mantan Kadis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, yang saat ini sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah, adalah seorang birokrat sukses yang dikenal dengan gagasan-gagasan yang cerdas, orisinil dan transformatif.

Misran menambahkan disamping keunggulan di atas, kombinasi keduanya merupakan representasi dari Timur Sulteng dan dari lembah Palu. Hal ini dapat meningkatkan perolehan suara di Pilgub langsung nantinya.

“Dr Hasanuddin Atjo beliau bersaudara adalah kelahiran Palu dan sudah mengabdi untuk Sulawesi Tengah kurang lebih 12 tahun terakhir ini masa kecil dan mengecap pendidikan dari SD hingga SLTA di kota Palu dan beristri asal kota Palu. Ayahnya pernah menjadi pejabat di tanah Kaili dan tanah Sintuwu Maroso, Poso. Sesungguhnya, beliau asli Sulbar (Mandar), sehingga dapat mewakili etnis Mandar, Bugis, Makassar dan Kaili. Diperkirakan suku etnis Bugis, Makassar dan Mandar di Palu kurang lebih 35 persen dan se Sulteng sekitar 45 persen” tegas Misran.

Penulis : Elkana L, Wahyudi / Koran Trilogi

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.