TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Begini Ulasan Lengkap Ahli Thariqat dan Tasawuf Menurut Imam Syafi’i

PENGERTIAN DAN LANDASAN TASAWWUF

Akar kata “tasawwuf” memiliki ragam makna. Sebagain pendapat mengatakan bahwa “tasawwuf” diambil dari akar kata bahasa arab (shofaa -yashfuu) yang artinya “suci murni”. Dalam pengertian ini, imam Bisyr bin al-Harits, salah seorang sufi terkemuka (sebagaimana dikutip syekh Muhammad Mayyarah dalam kitab Syarh al-Mursyid al-Mu’in), berkata: لصُّوْفِيّ مَنْ صَفَا قَلْبُهُ للهِ تَعَالَى (Orang sufi ialah orang yang hatinya murni bagi Allah).

Begini Ulasan Lengkap Ahli Thariqat dan Tasawuf Menurut Imam Syafi’i
Penulis Artikel “PENGERTIAN & LANDASAN TASAWWUF” |
OLEH : Fikri Badjeber. Dok Foto Facebook

Dapat pula “tasawwuf” diambil dari kata (shuuf). Artinya “kain wol”. Dalam makna ini imam Abu Ali al-Raudzabari, yang juga seorang sufi besar, berkata:

مَنْ لَبِسَ الصُّوْفَ عَلَى الصّفَا وَكَانَتِ الدُّنْيَا مِنْهُ عَلَى القَفَا وَسَلَكَ مِنْهَاجَ المُصْطَفَى

(seorang sufi adalah orang yang dalam kesuciannya memakai kain wol, menjauhi kenikmatan dunia, dan berpegang teguh pada jalan rasulullah).

Secara definitif sebagai sebuah disiplin ilmu, “tasawwuf” diartikan beragam. Di antaranya perkataan imam al-Junaid al-Baghdadi, seorang pemuka kaum sufi:الخُرُوْجُ عَنْ كُلِّ خُلُقٍ دَنِيّ، وَالدُّخُوْلُ فِي خُلُقٌ سَنِيّ

(Keluar dari setiap akhlak tercela dan masuk kepada setiap akhlak terpuji)

Syekh Zakariyya al-Anshari, berkata:

التَّصَوُّفُ هُوَ عِلْمٌ تُعْرَفُ بهِ أحْوَالُ تَزْكِيَةِ النّفْس، وَتَصْفِيَةِ الأخلاق، وَتَعْمِيْرِ الظّاهِرِ وَالبَاطِنِ لِنَيْلِ السّعَادَة ِالأبَدِيَّة

(Tasawwuf adalah sebuah ilmu yang dengannya diketahui keadaan-keadaan dalam mensucikan jiwa, membersihkan akhlak, menghiasi zhahir dan batin untuk mencapai kebaagian dunia dan akhirat)

Imam Abu Bakar al-Syibly, ketika ditanya oleh Abu al-Hasan al-Farghani tentang siapakah seorang yang sufi, menjawab:

مَنْ صَفَا قَلْبُهُ فَصَفَى، وَسَلَكَ طَرِيْقَ المُصْطَفَى، وَرَمَى الدُّنْيَا خَلْفَ القَفَا، وَأذَاقَ الهَوَى طَعْمَ الجَفَا

(Sufi adalah seorang yang hatinya bersih, maka ia menjadi suci. Seorang yang menapaki jalan Rasulullah, membuang dunia di belakang punggungnya dan menjadikan hawa nafsu merasakan kepahitan)

Ketika ditanya kembali definisi lain dari seorang sufi, al-Syibli berkata:

مَنْ جَفَا عَنِ الكَدَرِ، وَخلصَ مِنَ العَكر، وَامْتَلأ بالفِكْر، وَتَسَاوَى عِنْدَهُ الذهَبُ وَالمَدَرُ

(Adalah orang yang menjauhi kekeruhan, membersihkan diri dari aib, memenuhi dirinya dengan berfikir dan tidak berbeda baginya antara emas dan debu)

Dan ketika ditanya definisi tasawwuf, imam Syibly berkata:

تَصْفِيَةُ القلُوْبِ لِعَلاَّمِ الغُيُوبِ

(Membersihkan hati hanya bagi Allah; Yang mengetahui segala yang ghaib)

Ketika ditanya kembali definisi lain dari tasawwuf, imam Syibly berkata:

تَعْظِيْمُ أمْرِ اللهِ وَالشّفَقَةُ إِلَى عِبَادِ اللهِ

(Mengagungkan segala perintah Allah dan mencintai para hanba Allah)

Definisi lain mengatakan:

Halaman Selanjutnya :LANDASAN TASAWWUF; ILMU DAN AMAL