JOKOWIDODO, menjadikan pengembangan sumberdaya manusia sebagai salah satu prioritas di periode kepemimpinannya, 2019 – 2024. Agenda ini sangat relevan dengan tuntutan menjadi sebuah negara maju dan berpendapatan tinggi.
Pricewaterhouse Cooper (PwC)
memprediksi di tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi ke 5 dunia yaitu sebesar $ 7,4 triliun US, setelah China, India, Amerika Serikat dan Brasil, atau meningkat sekitar 7 kali dari tahun 2018. Karena itu “SDM unggul, Indonesia Maju” menjadi salah satu konteks yang menonjol dalam meperingati hari kemerdekaan RI ke 74.
Oleh : Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP/ Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah
Menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana konten SDM unggul, Indonesia maju yang dimaksud. Pengangguran Terbuka dan Pasar Kerja
Data BPS nasional menunjukkan bahwa angka pengannguran terbuka tahun 2018 relatif tinggi, sekitar 5,34 persen atau sekitar 7 juta orang.
Dunia industri dan dunia usaha (DIDU).
Pasar kerja menuntut kriteria yang semakin ketat terhadap syarat untuk diterima. Terlebih lagi di era Industri 4.0, konsepnya cenderung mengurangi jumlah tenaga kerja fisik, karena dapat digantikan oleh tenaga kerja robotic.
Masuknya pradaban baru industri 4.0 yang berorientasi digital ini, di satu sisi mendistrupsi bisnis yang lama, tetapi melahirkan bisnis yang baru. Berbagai transaksi telah digantikan oleh sejumlah aplikasi sehingga mengurangi tenaga di sejumlah lembaga keuangan, jasa pengantar surat dan dokumen, jasa pembayaran lainnya.
