TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PULIHKAN JALUR TRANS, BPJN 14 PALU BANGUN JEMBATAN DARURAT

Perbaikan secara permanen jembatan ambruk sebagai jalur trans Sulawesi membutuhkan waktu yang cukup lama. Agar transportasi tak terganggu, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN XIV Palu) sedang membangun jembatan sementara sebagai pengganti Jembatan yang putus. Jembatan tersebut ambruk setelah  diterjang luapan Sungai pada Sabtu (7/6/2019) lalu.

Seluruh pejabat BPJN XIV Palu, yang bernaung di Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR bersama Pemerintah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah telah bekerja sejak hari pertama dilokasi bencana sekaligus meninjau langsung proses perakitan jembatan sementara. Pihak BPJN XIV Palu mengharapkan, kehadiran jembatan sementara berupa jembatan rangka baja tersebut diharapkan dapat membuka kembali lalu lintas yang menghubungkan dua Provinsi yang sebelumnya terputus.

Foto : Survei lokasi pembangunan jembatan darurat oleh Tim tanggap darurat BPJN XIV Palu.
@Trilogi.co.id

“Saat ini sudah dilakukan penanganan darurat sekaligus pemasangan jembatan sementara, Saat ini seluruh anggota kami dari PJN Wilayah III sudah berada dilokasi sejak hari pertama bencana bersama anggota dari Satker P2JN untuk melakukan survey kondisi dilapangan.” kata Kepala BPJN XIV Palu, Ir. A Satrio Utomo, M.Eng,Sc, melalui Kepala Satker (Kasatker) PJN Wilayah III Beny Birmansyah, Selasa malam (11/6/2019) kepada Trilogi.co.id.

Bekas Kasatker Pelaksanaan Perbatasan BPJN XII Kaltim itu, menerangkan melalui riliesnya yang diterima Trilogi.co.id, untuk laporan tindak lanjut penanganan jembatan Dampala yang terletak di Km 546+610 dan jembatan Bahodopi di Km 556+440 ruas jalan Bungku Bahodopi, dalam rangka  menunjang pergerakan transportasi yang terjadi akibat mudik dan arus balik lebaran tahun 2019 sebelum bencana banjir.

Saat itu pihak BPJN XIV Palu tengah melakukan kegiatan pemeliharaan infrastruktur jalan maupun jembatan agar kondisi jalan tetap fungsional. Dalam hal pelaksanaan itu, tambah dia, pemeliharaan jalan pada ruas Bungku – Bahodopi dan Bahodopi – Batas Sultra, pelaksanaan penanganya berupa paket kontrak yang terdiri dari Preservasi jalan Bungku – Bahodopi – Batas Sultra dan paket kontrak Penggantian jembatan Bahomotefe I, ruas jalan Bungku – Bahodopi dan Bahodopi Batas Sultra.

“Pada akhir bulan Mei lalu curah hujan di daerah Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Morowali terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang mengakibatkan sungai-sungai di daerah Morowali mengalami peningkatam debit air.” Tulis Beny Birmasnysah.

Akibat debit air sungai meningkat, tambah Beny Birmansyah, mengakibatkan kondisi kondisi jembatan di Ruas Bungku – Bahodopi dan Bahodopi – Batas Sultra menjadi menurun. Yang paling terdampak akibat meningkatnya curah hujan itu adalah kondisi jembatan Dampala dan jembatan Bahodopi yang terletak pada Km 546+610 dan Km 556+440 ruas jalan Bungku – Bahodopi mengalami penurunan kondisi yang berakibat jembatan ini tidak dilalui oleh kenderaan.

Halaman Selanjutnya :GERAK CEPAT BPJN 14 PALU
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.