“Jembatan Dampala dengan panjang 41,5 meter dan lebar 6,5 meter memiliki dua bentangan dengan kontruksi Gelagar Beton Bertulang Indonesia (GTI) yang dibangun tahun 2000 dengan nilai kondisi umum mencapai “2”. Pada tanggal 3 Juni lalu, sekira pukul 09.00 WITA terjadi peningkatan debit air akibat curah hujan meningkat dan mengakibatkan tergerusnya pilar jembatan Dampala sehingga pilar jembatan ambelas, namun ketika itu jembatan Dampala masih dapat dilalui kenderaan dengan tonase rendah. Pada tanggal 8 Juni, curah hujan terus meningkat, mengakibatkan air sungai Dampala meluap dan menggerus oprit jembatan Dampala yang menghubungkan jalan dan jembatan,” bebernya.
Bekas PPK 27 BBJN V Wilayah Madura ini kembali menerangkan, untuk jembatan Bahodopi dengan panjang 45,9 meter dan lebar 6,2 meter yang memiliki dua bentangan dengan kontruksi Gelagar Pratekan Indonesia (GPI), yang dibangun pada tahun 2009 lalu dengan nilai kondisi umum terakhir “2”, pada hari yang sama pula tepatnya pada tanggal 8 Juni lalu, pilar jembatan Bahodopi ambelas akibat dihantam banjir sungai Bahodopi.
“Sehari setelah bencana Tim BPJN XIV Palu yang terdiri dari Kasatker PJN Wilayah III, Kasatker P2JN, PPK 3.7 bersama staf langsung bergerak cepat untuk menentukan jalur alternatife sekaligus lokasi pembangunan jembatan darurat. Panjang jalan alternatife mencapai 1,5 kilometer dengan panjang jembatan balley 30 meter. Kondisi jalan yang Exsisting yang akan digunakan, telah dilakukan perkerasan dengan lebar jalan 4,5 meter.” Bebernya.
Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN XIV Palu) juga saat ini tengah menyiapkan desain jembatan permanen, penyiapan anggaran dan dokumen untuk lelang paket jembatan tersebut kedepan.
GERAK CEPAT BPJN 14 PALU
Sebelumnya Kementrian PUPR melalui BPJN XIV Palu telah mengirim jembatan darurat dari besi (bailey) ke lokasi Jembatan Dampala dan Bahodopi. Saat ini sudah dilakukan mobilisasi bentang pertama jembatan bailey ke lokasi sepanjang 15 meter.

@Trilogi.co.id
