SULAWESI TENGAH — Investasi Jerman di Sulteng mulai dibidik serius. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak raksasa ekonomi Eropa itu menanam modal di sektor mineral hingga kakao demi menggenjot hilirisasi dan nilai tambah daerah.
Peluang investasi tersebut dibahas saat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menerima kunjungan kerja Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (26/08/2026).
BACA JUGA : Bukan Cuma Panen, Anwar Hafid Bawa ‘Resep’ China ke Walatana
Reny mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama ekonomi Sulteng dan Jerman, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan,” ujar Reny.
Salah satu komoditas yang ditawarkan Sulteng adalah kakao. Berdasarkan data produksi, Sulteng menghasilkan sekitar 126.516 ton kakao pada 2025.
Namun, sektor kakao masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari kondisi tanah, tanaman yang sudah tua, serangan hama, perubahan cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan pembinaan dan penerapan teknologi budidaya.


