BACA JUGA : Ekspor Durian Sulteng Jadi Senjata Baru Anwar Hafid | China Siap-Siap “Mabuk Durian”
Pemprov Sulteng pun mendorong penguatan model pertanian berkelanjutan melalui kolaborasi dengan mitra internasional, termasuk Jerman.
Selain kakao, komoditas kelapa juga masuk dalam radar pengembangan. Pemerintah daerah mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan tidak sekadar dijual sebagai bahan mentah.
Pengolahan kelapa dapat menghasilkan santan, susu kelapa hingga pemanfaatan tempurung sebagai bahan energi alternatif.
“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” kata Reny.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyatakan Jerman berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia, termasuk membuka peluang kerja sama dengan Sulawesi Tengah.
Hubungan Jerman dan Indonesia telah terjalin selama kurang lebih 70 tahun dan berkembang di berbagai sektor. Ralf menilai Sulteng memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, terutama pada pertanian, perkebunan dan pengelolaan sumber daya alam.


