Sigi – Dalam sebuah seminar dan bedah buku yang memecah pendapat, DEMA FTIK UIN Datokarama Palu menggali sisi kontroversial mantan Presiden Soeharto, menantang pandangan masyarakat tentang warisan Orde Baru.
Apakah Soeharto benar-benar pahlawan nasional yang membawa Indonesia menuju kemajuan, atau justru sosok otoriter yang meninggalkan luka mendalam? Temukan jawabannya dalam diskusi yang melibatkan tokoh-tokoh nasional dan pemikir kritis di dunia pendidikan dan politik!.
Berdasarkan pers rilis yang diterima Trilogi, Jumat 7 November 2025, tentang Seminar bertajuk “Mengenang Romantisme Orde Baru, Para Pemimpin Bangsa dan Bedah Buku: Soeharto Memang Hebat” ini bertujuan menjadi wadah diskusi yang reflektif mengenai pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Menariknya, acara ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, namun juga mempertemukan berbagai pandangan tentang warisan politik Soeharto yang hingga kini menjadi bahan perdebatan.
Sejumlah tokoh penting turut meramaikan acara ini. Di antaranya, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang hadir sebagai keynote speaker.
