TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Keluarga Pendiri Alkhairaat Bantah Beri Dukungan Kepada Salah Satu Calon Gubernur Sulteng | Mohammad Sadig : Kami Berdiri di Luar Jalur !

Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah (Pilgub Sulteng) 2024 memicu gelombang spekulasi terkait dukungan keluarga pendiri Alkhairaat, sebuah organisasi keagamaan besar di Bumi Tadulako tersebut.

Namun, klaim bahwa seluruh keluarga pendiri Alkhairaat mendukung Anwar Hafid sebagai calon gubernur tidak sepenuhnya diakui pada anggota keluarga besar pendiri Alkhaerat.

Munculnya sebuah pemberitaan di media online dengan judul “Anwar Hafid Didukung Penuh Keluarga Pendiri Alkhaerat” yang menyebutkan bahwa seluruh keluarga pendiri Alkhairaat mendukung Anwar Hafid dibantah salah seorang anggota keluarga pendiri Alkhaerat Mohammad Sadig, M.A.Hum.

Dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan ke redaksi Trilogi.co.id, dia menekankan bahwa tidak ada dukungan resmi dari keluarga besar pendiri Alkhairaat kepada salah satu calon gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan bahwa klaim tersebut hanya upaya untuk memanipulasi persepsi publik.

Baca Juga : PPP Masuk BERAMAL | Tambah Kekuatan ke Ahmad Ali di Pilgub Sulteng, Gerindra & Golkar Bentuk Kekuatan Besar untuk Kunci Kemenangan

“Bagaimana mungkin kami mendukung seseorang yang terlibat dalam masalah internal yayasan Islam Alkhairaat? Klaim bahwa seluruh keluarga mendukung Anwar Hafid adalah kebohongan besar. Kami berdiri di luar politik dan tidak terlibat dalam perpecahan ini,” ujar Mohammad Sadig, yang juga cicit dari Guru Tua, melalui pesan tertulis yang diterima Trilogi Rabu malam 21 Agustus 2024.

Pernyataan Mohammad Sadig yang juga tokoh muda Alkhaerat ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam tentang potensi perpecahan di dalam organisasi Alkhairaat, yang saat ini memiliki sekitar 20 juta pengikut.

Menurut dia, Pada Pilkada Sulteng tahun 2015, Alkhairaat juga terbelah akibat maklumat yang dikeluarkan oleh salah satu pemimpin mereka, yang mendukung salah satu kandidat.

“Polarisasi yang terjadi saat itu menciptakan luka yang mendalam di kalangan Abnaulkhairaat, sebutan untuk warga Alkhairaat, dan perpecahan serupa dikhawatirkan terulang kembali !” ujarnya.

Kontroversi semakin memanas ini, tambah Habib Sadig, ketika dua individu yang mengaku sebagai keturunan Guru Tua yang berafiliasi dengan partai PKS, mendukung pasangan Anwar Hafid untuk Pilgub Sulteng 2024.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Langkah Tegas ‘Mengunci’ Lembah Palu | Manuver Politik Hidayat Lamakarate di Koalisi...