Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Ubah Hibah Jadi Pinjam Pakai, Ini Strategi Anwar Hafid Rawat Alsintan Petani Sulteng

Pengadaan dilakukan secara bertahap dengan prioritas awal di kawasan Banggai Bersaudara dan Parigi Moutong yang memiliki potensi lahan pertanian cukup besar.

Perubahan mekanisme tersebut menjadi pembeda utama antara hibah dan pinjam pakai alsintan.

Jika hibah membuat barang menjadi aset penerima bantuan, pola pinjam pakai memungkinkan pemerintah tetap memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pemeliharaan alat.

“Bukan tidak diberikan kepada petani. Tetap untuk petani, tetapi mekanismenya pinjam pakai. Kalau rusak, pemerintah masih bisa memperbaikinya,” kata Anwar.

BACA JUGA : Ekspor Durian Sulteng Jadi Senjata Baru Anwar Hafid | China Siap-Siap “Mabuk Durian”

Dengan pola tersebut, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran APBD untuk perawatan alsintan Sulteng, sehingga alat yang rusak tidak langsung berhenti digunakan.

Konsep pusat layanan alat dan mesin pertanian Sulteng melalui Brigade Pertanian diharapkan membuat distribusi alsintan lebih terarah.

Petani dapat memanfaatkan alat sesuai kebutuhan tanpa harus menanggung seluruh beban pengadaan dan perawatan.

Kebijakan alsintan Gubernur Anwar Hafid juga diarahkan untuk mendukung regenerasi petani.

Penggunaan teknologi seperti combine harvester dan drone diharapkan membuat proses produksi lebih efisien dan menarik bagi petani milenial Banggai Bersaudara.

Dalam kegiatan panen raya tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan pertanian, termasuk combine harvester gratis petani Sulteng serta bibit padi kepada kelompok tani.

Selain itu, dukungan berupa drone pemupukan petani Banggai menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi dalam modernisasi sektor pertanian.

Halaman Selanjutnya :BACA JUGA : Akal-Akalan “Mulut Tambang” | Anwar Hafid Bongkar Skema Izin Usaha Industri yang...