TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

TRIO BABEH DI PUSARAN PROYEK TAMPIALA

Ir. Mujidin Bantilan, berlomba dengan waktu membangun proyek infrastruktur, jalan Kabupaten di Tolitoli. Pelbagai pekerjaan dikebut, merambah berbagai sektor, dan dilakukan hampir serempak. Kegiatan ini menimbulkan kegairahan di masyarakat, tapi sekaligus memunculkan pertanyaan tentang kualitas proyek-proyek tersebut.

Ir. Mujidin Bantilan, Kadis PU BMPR Kabupaten Tolitoli

Prioritas membangun infrastruktur yang dipilih pemerintahan Bupati Saleh Bantilan melalui tangan saudaranya Kadis PU Bina Marga dan Penataan Ruang. tidaklah keliru. Dengan Menggenjot pembangunan fisik, Mujidin Bantilan, dipuja dan puji. Dari akrobat pendanaan hingga pencitraan.

Saat ini keduanya pusing tujuh keliling memikirkan kondisi proyek yang telah ditangani PT Wahana Cipta Lestari, di Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan yang nilainya mencapai miliaran itu. Proyek yang di biayai oleh APBD Kabupaten Tolitoli ini, kuat dugaan banyak menyerempet rambu dengan menyalahi bestek. Sudah dapat dipastikan, proyek peningkatan ruas jalan Tampiala – Angudangeng sepanjang dua kilometer itu tidak akan bertahan lama.

Menanggapi hal itu, Mujidin Bantilan yang memangku jabatan sebagai Kadis PU BMPR Kabupaten Tolitoli, memilih irit komentar, ketika dikonfirmasi trilogi.co.id, kemarin. “Nanti saya konfirmasi dengan PPTK untuk sama-sama investigasi ke lapangan dan saya lagi rapatkan dengan PPK dan PPTK dengan tim PHO,” singkatnya melalui pesan via aplikasi whatsup.

Lain halnya dengan Sahbudin, yang memangku jabatan sebagai PPTK pada proyek peningkatan jalan ruas Tampiala – Angudangeng, yang dikerjakan oleh PT Wahana Cipta Lestari, enggan merespon ketika dilakukan konfirmasi media ini. Sampai berita ini diterbitkan, Sahbudin masih memilih bungkam, meskipun dirinya turut bertanggungjawab atas hasil proyek yang berkualitas buruk dan telah menggerus keuangan daerah yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu.

Saat ini Kondisi proyek peningkatan jalan ruas Tampiala – Angudangeng sepanjang dua kilometer itu, terlihat compang-camping. Sepanjang itu banyak sebagian titik ruas ini sudah mulai rusak, sama halnya dengan pekerjaan talud di sepanjang ruas itu. Hasil reportase dilapangan kondisinya sebagian mengalami kerusakan yang bervariasi. Ada yang ambruk, patah-patah dan retak-retak. Tentunya sudah dapat dipastikan kekuatan kondisi beton talud tersebut tidak lah lama, dikarenakan pihak kontraktor pelaksana mengerjakan dengan cara asal dan menggunakan material seadanya. Fungsi pengawasan dari konsultan pengawas dan pihak Dinas terkait pun turut dipertanyakan.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / Trilogi.co.id
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.