Karena durasi waktu hujan yang cukup lama, air di Sungai Tobelombang pun meluap dan menggerus pasangan batu oprit di sisi kanan jembatan Tobelombang. Akibatnya, terjadi penurunan badan tanah hingga jalan ambles dan sempat memutus arus lalu litas dari kedua arah jalan.
“Kejadian pagi tadi sekitar jam 7.00, Oprit jembatan yang ambles itu memutus arus lalu lintas dari kedua arah dari Kabupaten Ampana maupun dari Kabupaten Banggai. Jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat” kata Agustinus dalam pesan singkat yang diterima, Sabtu 27 Juni 2020.
Menurut Agustinus, BPJN XIV Palu telah berupaya bertindak cepat. Kini jembatan tersebut sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan dari dua arah tersebut. Untuk menanganinya secara darurat, BPJN XIV Palu masang bentangan kayu untuk dijadikan penghubung jalan dan jembatan, sembari menunggu armada untuk melakukan penimbunan pada bagian oprit.
