TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

SDM UNGGUL, LUARAN HARUS SESUAI STANDAR PASAR KERJA

Berkembangnya teknologi aplikasi juga membuka kesempatan dan lapangan kerja baru seperti jasa angkutan, pembayaran, pembelian dan jasa pengantaran sampai usaha membersihkan rumah tangga sekalipuni. Inilah menjadi salah satu sebab mengapa angka penganguran SMK dan universitas cenderung meningkat, karena lamban beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat.

Harapan Baru

Pemerintah terus berusaha meningkatkan mutu luaran pendidikan dengan berbagai regulasi, diantaranya Inpres nomor 9 tahun 2016, tentang revitalisasi pendidikan vokasi. Inpres ini dipandang penting untuk menyesuaikan kualitas luaran dengan tuntutan pasar kerja yang terus meningkat.

Namun inpres ini, dinilai oleh sebahagian kalangan belum memberikan dampak seperti yang diharapkan, terutama di wilayah timur. Sejumlah faktor menjadi penyebab, diantaranya kekurangan tenaga pendidik, terbatasnya infrastruktur utama dan penunjang, serta belum fokusnya kompetensi keahlian yang akan dihasilkan.

Karenanya, pengembangan SDM menjadi prioritas utama Jokowi-Mar’uf, periode 2019 -2024. Konsep pengembangan SDM 2019-2024 dilakukan secara utuh dari hulu ke hilir. Pemerintah akan memetakan semua ibu hamil, pendidikan, sebagian besar pengangguran merupakan lulusan SMA (27,57%), SMK (24,74%) dan universitas sekitar (10,42%).

Bahkan tingkat pengangguran dari SMK dan universitas terus mengalami tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2018, peningkatan pengangguran lulusan Universitas mencapai 17,9%, sementara lulusan SMK hampir 7%, yang dihitung dari tahun 2015. Kondisi ini Berdasarkan struktur diperparah lagi oleh tuntutan pasar kerja, agar dapat diberi perhatian mulai kesehatan janin, asupan gizi sampai kepada pengetahuan ibu terhadap kesehatan anak.

Pendidikan dasar lebih ditekankan kepada pendidikan budi pekerti dalam rangka pembentukan attitude atau karakter. Budaya antri, tertib dan kerjasama menjadi salah satu fokus di pendidikan karakter itu. Selanjutnya di Pendidikan menengah akan ditekankan kepada pembentukan skill sesuai tuntutan era industri 4.0.

Karenanya pengembangan Pendidikan vokasi SMK dan Diploma menjadi salah satu prioritas untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Selanjutnya kelembagaan yang menangani ketenagakerjaan seperti Nakertrans akan melakukan Pendidikan Rescale dan Upscale bagi sejumlah luaran yang masih memerlukan peningkatan kapasitas sesuai tuntutan perubahan.

Halaman Selanjutnya :Sulawesi Tengah dan Pendidikan Vokasi
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.