“Saya kira semakin banyak figur calon Gubernur yang muncul akan semakin baik, karena masyarakat akan diperhadapkan dengan banyak pilihan. Munculnya nama sejumlah figur Dr. Ir. H. Hasanuddin Atjo, MP, Dr Hidayat Lamakarate dan H Ahmad Ali sebagai bakal calon Gubernur Sulteng patut diapresiasi” kata Misran.
Figur seperti Dr Ir H Hasanuddin Atjo MP yang menjabat Kadis Kelautan Perikanan kata pakar Agriculutural ini adalah seorang intelektual dan birokrat, dengan kepakaran dan pengalaman beliau, nantinya akan sejalan dengan visi misi dengan Presiden terpilih, yang dalam programnya mengedepankan pembangunan SDM dan ekonomi keumatan/kerakyatan. Begitupun Dr Hidayat Lamakaraten Birokrat yang saat ini jabat Sekprov.
Ditambahkan pembangunan ekonomi kerakyatan, agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakan sebaiknya dimulai dari pedesaan. Perlunya pemetaan perwilayahan komoditas yang benar-benar potensial mempunyai nilai jual yang harus dikembangkan. Tentunya dengan sentuhan teknologi dan konsep agribisnis. Pemasaran suatu produk komiditas harus difasilitasi oleh pemerintah.
Dengan konsep perwilayahan kata Misran Lawani seperti ini, setiap daerah tidak perlu ada homogenitas komoditas yang dikembangkan, baik disektor peternakan, perkebunan, kehutanan, pertanian, perikanan dan sebagainya.
“Cara ini akan membuat antar daerah saling membutuhkan satu sama lain pada suatu komoditas, dan juga terutama mencegah terjadinya urbanisasi dari desa ke kota, karena terbukanya lapangan kerja baru di desa” katanya.
Secara terpisah .Dr M Ahlis Djirimu Ph.D Ekonom Untad Palu mengatakan pasca Longki butuh figur yang mau berpikir di luar pakem, dengan usaha luar biasa. 13 kab/kota selama ini belum terkelola baik karena belum ada figur yang berpikir holistik. Akibatnya Sulteng terbangun parsial. Visi misi masing-masing Kepala Daerah belum fokus dan integratif.
