Rusdy Mastura juga mengkritisi dinamika politik yang terjadi, terutama mengenai perebutan rekomendasi partai. Dia menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya menghalanginya untuk maju.
“Ada kapitalis yang suka menghalangi, tidak boleh saya maju. Ini demokrasi atau bukan?” ujarnya dengan nada tegas, menyuarakan ketidakpuasan terhadap manuver politik yang terjadi.
Sementara itu, hingga kini, pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang telah memenuhi syarat pencalonan lengkap adalah Ahmad Ali – Abdul Karim Aljufri.
Mereka diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari NasDem, Gerindra, PPP, Golkar, dan PKB. Di sisi lain, pasangan Anwar Hafid – Reny A Lamadjido di usung oleh Demokrat, PKS dan PPB.
Ketidakpastian mengenai dukungan partai politik besar lainnya seperti PDIP, Perindo, dan Hanura, menambah ketegangan dalam kontestasi ini.
Dengan total perolehan kursi yang belum mencukupi syarat minimal, ketiga partai ini masih dalam tahap pencarian arah dukungan.
Rusdy Mastura, di tengah ketidakpastian tersebut, tetap optimis akan masa depan politiknya, sembari menyiapkan strategi cadangan yang bisa saja mengubah peta politik Sulawesi Tengah secara signifikan.
Baca Juga : TERPOPULER | Anwar Hafid Calon Gubernur Sulawesi Tengah : Program BERANI Memicu Harapan Baru !
Dengan dukungan Rusdy Mastura, Anwar Hafid bisa menjadi kandidat kuat yang mampu menyaingi koalisi besar yang telah terbentuk. Langkah Cudi ini juga mengisyaratkan bahwa peta politik Sulawesi Tengah masih sangat dinamis, dan segala kemungkinan masih bisa terjadi menjelang Pilgub 2024.
Berita ini menggambarkan bagaimana Rusdy Mastura, dengan pengalaman politiknya yang matang, tidak hanya menjadi pemain utama, tetapi juga penentu arah bagi kandidat lain dalam kontestasi politik Sulawesi Tengah.
