Batu pecah dari Ampana belum dapat masuk ke lokasi pekerjaan karena masih berlangsung proses negosiasi dengan pihak Syahbandar Luwuk agar kapal pengangkut material dapat memperoleh izin berlabuh.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu segera diatasi agar pekerjaan LPA dapat berjalan dan progres fisik proyek tidak mengalami deviasi.
Untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan material, pihak pemilik proyek telah menyiapkan strategi alternatif.
I Made Rai menjelaskan, pihak pemilik proyek meminta kepada penyedia jasa atau PJ agar, sembari menunggu proses dan izin dari pihak terkait, melakukan pemuatan material melalui Pelabuhan Salakan.
Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pekerjaan LPA.
Dengan demikian, progres fisik pada akhir September dapat didorong sehingga tidak terjadi deviasi minus terhadap rencana pekerjaan.
Strategi percepatan ini menjadi penting mengingat pekerjaan LPA merupakan salah satu tahapan utama sebelum proyek memasuki tahapan konstruksi berikutnya hingga pekerjaan akhir menggunakan AC-WC.
Paket Jalan Sabang-Baas tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan.



.png)