Baca Juga : China Dominasi Investasi Bijih Nikel untuk bahan baku Baterai lithium di Morowali
“Waktu konstruksi maksimal 36 bulan dan semoga bisa lebih cepat,” kata Bernardus Irmanto, Direktur Keuangan Vale Indonesia.
Sementara untuk proyek smelter Pomalaa, tambah Bernardus, INCO masih menyelesaikan semua key commercial term sheet sekaligus juga menyelesaikan technical feasibility study terkait mining dan High Pressure Acid Leach (HPAL).
“Ini negosiasi dua pihak, yakni PT Vale dan Sumitomo Metal Mining (SMM). Jadi sangat dinamis. Kami sendiri mentargetkan semua (key commercial term sheet dan technical feasibility study) bisa selesai awal tahun depan,” tutup dia.
