TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Ini Penyebab Produksi Nikel Indonesia Millik VALE Drop 17% Pada Semester I 2021

Hingg saat ini, manajemen INCO menyebutkan, dua proyek pabrik pengolahan (Smelter) nikel milik INCO terus bergulir di wilayah Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

INCO yang menggandeng dua Corporasi dari China yakni Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai), telah menandatangani dokumen perjanjian kerangka kerjasama proyek untuk fasilitas pengolahan nikel Bahodopi, pada akhir tanggal di bulan Juni lalu.

Baca Juga : Morowali Jadi Sentral Pabrik Lithium Battery Indonesia Terbesar

Ketiganya akan akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV Co) untuk membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace, dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya.

Melansir dari Kontan disebutkan bahwa, dalam enam bulan ke depan, Vale Indonesia dan mitra akan berusaha menyelesaikan semua persyaratan untuk mengambil keputusan investasi final atau final investment decision (FID).

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : China Dominasi Investasi Bijih Nikel untuk bahan baku Baterai lithium di Morowali