“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Elevated Road ini didesain untuk kendaraan bermotor dan tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki maupun pesepeda, mengingat karakter lalu lintas dan faktor angin di kawasan pesisir,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, proyek IRSL Palu yang didukung Pemerintah Jepang melalui skema kerja sama internasional itu mencakup pembangunan Elevated Road sepanjang lebih dari dua kilometer di koridor Rajamoili–Cut Mutia serta rekonstruksi tanggul pesisir.
Struktur pelindung seperti toe protection dan retaining wall diterapkan untuk meredam energi gelombang laut dan meningkatkan stabilitas konstruksi.
Baca Juga : Buka Tutup Jalan Tolai Sausu Berlaku hingga Maret 2026
Adapun Jembatan Palu IV dibangun dengan teknologi konstruksi modern, termasuk sistem fondasi reinforced concrete bored pile dan struktur balanced cantilever, guna memastikan ketahanan terhadap beban dan potensi bencana alam.
Total panjang jembatan mencapai 250 meter dengan lebar 12 meter.
BPJN Sulteng merencanakan serah terima aset kepada Pemerintah Kota Palu pada April 2026. Setelah itu, pengelolaan dan pemeliharaan akan menjadi kewenangan pemerintah kota.
Dengan dibukanya akses ini, distribusi logistik dan mobilitas warga di Kota Palu diharapkan semakin lancar.
Lebih dari itu, Peresmian Jembatan Palu 4 dan Elevated Road menjadi simbol kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional dalam mempercepat pemulihan infrastruktur strategis nasional di kawasan timur Indonesia.
