TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Pengentasan Kemiskinan Terganjal | Infrastruktur Sulawesi Tengah Jadi Biang Kerok !

Sulawesi Tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, yang saat ini mencapai 11,77 persen dari total populasi, setara dengan sekitar 379 ribu penduduk.

Tingginya angka kemiskinan ini tak lepas dari minimnya infrastruktur yang memadai, yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut pengamat pembangunan infrastruktur, Ir. H. Syaifulah Djafar,M.Si, mebeberkan bahwa masalah kemiskinan di Sulawesi Tengah diperparah oleh tingginya garis kemiskinan di daerah tersebut.

Baca Juga : Ahmad Ali Sindir Pedas | Kemiskinan Tinggi, Pengangguran Melonjak & Jalan Rusak di Era Rusdy Mastura !

“Garis kemiskinan kita tinggi, sehingga banyak orang yang sebenarnya tidak miskin, namun karena garis kemiskinan ditetapkan terlalu tinggi, mereka masuk kategori miskin,” jelas Djafar, kepada Trilogi Selasa malam 13 Agustus 2024.

Misalnya, dengan garis kemiskinan sebesar Rp500.000, semua orang dengan pendapatan di bawah angka tersebut otomatis dianggap miskin.

Syaifulah Djafar, yang juga mantan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah, menekankan bahwa untuk mengentaskan kemiskinan, perlu dilakukan dua pendekatan secara simultan.

“Pertama, menurunkan garis kemiskinan dengan memperbaiki akses infrastruktur seperti jalan, irigasi, listrik, dan internet. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai bantuan sosial dan permodalan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Eks Kadis Bina Marga Sulteng Ungkap Fakta Soal VT Ahmad Ali &...