Ketika debit Sungai Gumbasa meningkat, luapan air berpotensi mengancam lahan maupun aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Dengan adanya struktur pengaman tebing, pemerintah berharap risiko kerusakan akibat banjir dapat ditekan sekaligus meningkatkan keamanan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penyelesaian proyek ini sekaligus menunjukkan bahwa efisiensi anggaran dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan standar konstruksi.
BACA JUGA : Proyek Pengendali Banjir di Sulteng Tuntas PHO, PT Datukarsa Trimulti Ungkap Tantangannya
Efisiensi sekitar 10% melalui pendekatan value engineering dilakukan dengan mengoptimalkan metode dan pelaksanaan pekerjaan, bukan dengan mengurangi kualitas material utama.
Strategi tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan pemerintah untuk menjaga efektivitas belanja infrastruktur.
Setiap anggaran yang dialokasikan dituntut menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Melalui penyelesaian pengendali banjir Sungai Gumbasa Sigi, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada capaian fisik, tetapi menghasilkan manfaat jangka panjang berupa perlindungan terhadap permukiman, lahan produktif dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi Kabupaten Sigi, keberadaan infrastruktur pengendali banjir tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Dengan rampungnya pekerjaan di Desa Pakuli Utara, perlindungan kawasan sekitar Sungai Gumbasa kini semakin diperkuat.
Pemerintah pusat bersama pelaksana proyek juga dituntut memastikan infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal dalam menghadapi perubahan debit sungai dan potensi banjir pada masa mendatang.


