Berdasarkan laporan teknis, konstruksi pengaman memiliki output sekitar 0,45 kilometer.
Struktur tersebut mencakup penguatan dinding tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dan penguatan lereng hingga sembilan meter.
Konstruksi menggunakan pasangan batu boulder sungai sebagai salah satu material utama untuk memperkuat struktur pengaman tebing.
Kebutuhan material dalam pekerjaan tersebut mencapai puluhan ribu meter kubik.
Pengelolaan material dan pelaksanaan konstruksi menjadi bagian penting mengingat pekerjaan dilakukan langsung di sepanjang aliran sungai.
Karakteristik Sungai Gumbasa yang dinamis membuat proses pembangunan membutuhkan manajemen risiko dan pengaturan logistik yang ketat.
Meski menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, pekerjaan tetap dikebut sehingga penyelesaian fisik dapat dilakukan sebelum masa kontrak berakhir.
Pembangunan pengendali banjir Sungai Gumbasa Sigi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik konstruksi.
BACA JUGA : Urat Nadi Pangan Terjaga | Mengapa Pengerukan Sedimen Irigasi Gumbasa Menentukan Harga Beras Kita
Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Sedikitnya 5 hektare lahan potensial yang berada di sekitar kawasan permukiman menjadi bagian dari area yang diharapkan mendapatkan perlindungan dari ancaman luapan sungai.
Desa Pakuli Utara sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki kerentanan terhadap banjir.


