Salah satu pekerjaan utama adalah normalisasi Sungai Kamarora sepanjang 1,4 kilometer.
Pekerjaan ini dilakukan dengan menggali sedimen yang menutup alur sungai, termasuk di sekitar jembatan desa dan kawasan persawahan.
Material hasil galian tidak hanya dipindahkan, tetapi dimanfaatkan kembali untuk membentuk tanggul di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perlindungan.
Di kawasan hulu bendung irigasi desa, misalnya, material hasil galian dimanfaatkan sebagai tanggul dengan panjang 17 meter dan tinggi 1,1 meter.
Penanganan juga mencakup penggalian sedimen di bagian hulu bendung irigasi.
Material hasil pekerjaan kemudian dimanfaatkan untuk membangun tanggul di sisi sungai hingga menuju bangunan jembatan.
Dokumen mencatat tanggul di sisi kiri memiliki panjang 223 meter, lebar atas 5,5 meter dan tinggi 4,9 meter.
Sementara tanggul sisi kanan memiliki panjang 207 meter, lebar atas 5 meter dan tinggi 4 meter.
Selain normalisasi, perkuatan tebing Sungai Kamarora menjadi bagian penting dalam penanganan darurat.
Perkuatan dilakukan pada sisi sungai yang berdekatan dengan kawasan permukiman. Pekerjaan bronjong memiliki panjang mencapai 150 meter.
Bronjong tersebut disusun dalam enam lapisan. Lapisan pertama ditempatkan sebagai dasar atau pondasi yang dibuat sejajar dengan dasar sungai, sedangkan lima lapisan lainnya berada di permukaan sebagai perkuatan tebing.
Total ketinggian perkuatan tebing tersebut mencapai sekitar 2,5 meter.


