PALU – Penanganan longsoran Taripa mencatat tren positif setelah PT Timur Jaya Konstruksi menuntaskan 96% pekerjaan utama pada paket Taripa–Pape–Tindantana.

Proyek jalan nasional ini kini berada di fase finishing, menyisakan marka dan bahu beton sebelum target penyelesaian 31 Desember.

PT Timur Jaya Konstruksi

General Superintendent PT Timur Jaya Konstruksi, Jumardin, mengungkapkan bahwa paket penanganan longsoran Taripa-Pape-Tindantana telah mencapai progres 96 persen untuk output penanganan longsoran lereng bawah.

Capaian ini menjadi bagian penting dalam realisasi pekerjaan jalan nasional yang selama ini rawan terganggu akibat pergeseran tanah dan curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, beberapa item pekerjaan utama seperti perkuatan tebing Taripa, perbaikan badan jalan Taripa, drainase jalan nasional Sulteng, hingga pekerjaan struktur pendukung jembatan telah rampung sesuai rencana.

Pekerjaan dari DPT hingga pengaspalan juga telah diselesaikan lebih awal, menyisakan tahapan akhir berupa pekerjaan marka jalan Taripa serta penyelesaian bahu jalan beton Taripa yang saat ini sedang dikerjakan di beberapa titik.

Terkait target penyelesaian, Jumardin memastikan bahwa proyek infrastruktur Sulteng ini ditargetkan tuntas pada 31 Desember sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia menyebut, hingga saat ini tidak terdapat kendala terkait cuaca ekstrem proyek jalan maupun hambatan teknis lainnya yang berpotensi mengganggu progres konstruksi jalan Sulteng tersebut.

Menyoal kesiapan di lapangan, Jumardin menegaskan bahwa PT Timur Jaya Konstruksi tidak menghadapi kendala dari sisi material, peralatan, maupun sumber daya manusia.

Dengan kondisi itu, pihaknya optimistis penyelesaian paket Taripa-Tomata-Beteleme serta rehabilitasi jembatan Taripa dapat berjalan on schedule dan memberikan manfaat langsung bagi konektivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.