BPJN Sulteng Pulihkan Longsor Jalur Nasional Pagimana Luwuk

  • Bagikan
BPJN Sulteng
BPJN Sulteng pulihkan longsor jalur nasional Pagimana - Luwuk. Dok Foto Satker PJN III / TRILOGI

BPJN Sulawesi Tengah, melalui Satker PJN III telah memulihkan arus lalu lintas yang sempat terputus akibat longsor terjadi pada ruas jalur nasional Pagimana – Luwuk, yang terjadi pada 16 Juli 2021 sekitar pukul 16.30 Wita yang diakibatkan intensitas hujan terus menerus.

Terdapat satu titik longsoran besar yang menutupi semua badan jalan sehingga mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas pada ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Ampana dan Luwuk.

Hal tersebut mengakibatkan antrian kendaraan yang sempat menumpuk baik dari arah Luwuk maupun sebaliknya.

Baca Juga : Pembangunan Palu Inner Ring Road Dianggarkan Rp308,48 Miliar

Penanganan tanggap darurat oleh PPK pada ruas tersebut langsung dilakukan pada hari yang sama.

Pembersihan diutamakan pada lokasi longsoran besar itu dengan mendatangkan alat berat untuk membuka jalur transportasi yang sempat putus.

Kepala Satker PJN wilayah III, Endry Z Djamal mengatakan target utama penanganan darurat adalah jalan bisa fungsional. Alat berat diarahkan untuk membersihkan longsoran sehingga membuka arus lalu lintas yang sudah mengantri di kedua arah.

Baca Juga : Proyek Jalan Lingkar Dalam Kota Palu Sepanjang 42 Kilometer Dibagi Menjadi 2 Tahap

“Info dari lapangan sudah melaksanakan pembersihan terhadap longsoran tsb. Kendaraan sudah bisa lewat kembali. ” tulis Endry melalui pesan whatsap kepada Trilogi, Jumat malam 16 Juli 2021.

Ruas jalan Pagimana – Biak – Luwuk – Batui merupakan bagian dari koridor ekonomi yang menghubungkan dua Kabupaten di Sulawesi Tengah.

Ruas ini juga merupakan salah satu  akses yang menjadi kewenangan pusat Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng.

Banjir dan Longsor Terjang Banggai

Pada Jumat 16 Juli 2021, banjir dan longsor dilaporkan menerjang sebagian wilayah Kabupaten Banggai.

Selain bencana tanah longsor, satu desa di Kecamatan Luwuk Utara, Desa Salodik turut dilanda banjir.

Dilokasi itu ketinggian air sudah mencapai 1 meter tepatnya di Desa Salodik. Banjir juga dilaporkan mulai terjadi di Dusun 1 Desa Salodik.

Hingga berita ini di rilis, dilaporkan empat rumah warga terkena dampak banjir. Peristiwa itu terjadi pada pukul 16.30 Wita

  • Bagikan
error: Content is protected !!