Syaifullah Djafar mengaku, jika pihaknya memang tengah mempersiapkan penanganan untuk perbaikan pada jalan tersebut. Akan tetapi, akibat gangguan alam berupa tingginya curah hujan yang terjadi ketika itu, sehingga penangananya terhenti.
Tingginya curah hujan yang melanda daerah itu menyebabkan tumpukan-tumpukan material yang berada disepanjang Desa Bantayan itu akhirnya ikut terendam luapan air. Selain gangguan alam berupa banjir, hambatan yang dialami untuk penanganan jalan itu, tambah Syaifullah Djafar, adanya oknum-oknum yang memprovokasi masyarakat untuk mengambil material bahan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Intinya jalan itu sedang kita kerjakan, material sdh siap semua, dan daerah itu terserang banjir. Lalu ketika banjir surut ada yg mengambil material-material disepanjang jalan dan ada juga yang memprovokasi masyarakat untuk mengambil meterial batu-batu untuk bahan jalan yang ada disitu,” ungkap orang nomor satu di Dinas PU BMPR itu.
Untuk penanganan ruas jalan ini, tambah Syaifullah Djafar, perbaikan jalan akan dilakukan sesegera mungkin. Apalagi kondisinya sudah membahayakan. Diharapkan perbaikan jalan tersebut, bisa mengurangi angka kecelakaan lalulintas serta menambah kenyamanan bagi pengguna jalan sehingga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
