Menurut Ali, pembagian sembako PSI Sulteng berlangsung pada saat kondisi ekonomi nasional sedang menghadapi tekanan inflasi dan pengetatan fiskal.
Dalam situasi seperti itu, bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga masyarakat.
Namun di balik itu, ada tujuan lain yang tak kalah penting: konsolidasi organisasi.
“Kalau kader sering turun dan bertemu langsung dengan masyarakat, konsolidasi di akar rumput akan jauh lebih kuat,” kata Ali.
Ia juga mengingatkan bahwa kerja politik kini tak hanya berlangsung di lapangan.
Selain memperkuat jaringan di masyarakat, PSI juga diminta memperluas konsolidasi di ruang digital.
Pesan itu, menurut Ali, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar partai-partai memperkuat komunikasi dengan masyarakat bawah sekaligus aktif di ruang maya.
Bagi PSI di Sulawesi Tengah, Ramadhan tahun ini tampaknya bukan hanya soal berbagi bantuan pangan.
Di balik distribusi sembako jelang Idul Fitri, partai tersebut sedang menata ulang mesin politiknya—dari lorong-lorong kampung hingga jaringan media sosial.
