Di tengah suasana Ramadhan 1447 Hijriah, aktivitas politik di Sulawesi Tengah tidak sepenuhnya berhenti. Justru sebaliknya.

Sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terlihat hilir mudik dari satu daerah ke daerah lain membawa paket beras, minyak goreng, hingga gula.

Di balik aktivitas sosial itu, terselip agenda yang lebih besar: memperkuat jaringan politik hingga ke lapisan terbawah.

Baca Juga : Ahmad Ali Kirim Sinyal, PSI Tembus Benteng Lama

Program pembagian sembako PSI Sulteng tahun ini digelar dalam skala cukup besar.

Partai tersebut menyiapkan sekitar 50 ribu paket sembako yang disalurkan ke berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, mulai dari Kabupaten Buol di utara hingga Banggai Laut di kawasan timur.

Distribusi juga menjangkau Morowali, Donggala, Palu, hingga sejumlah kabupaten lainnya.

Baca Juga : Kaesang Pangarep Tempatkan Sulteng di Garis Depan PSI 2029

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, mengatakan program tersebut sudah berjalan sejak awal Ramadhan.

Hingga pertengahan Maret 2026, sekitar 22 ribu paket bantuan sembako Ramadhan 2026 telah diterima para penerima manfaat, yang sebagian besar merupakan anggota serta kader partai di tingkat daerah.

“Distribusi tahap pertama dan kedua sudah berjalan. Sekarang kami masuk tahap ketiga hingga malam takbiran,” kata Agus di Palu, Jumat, 13 Maret 2026.

Bagi PSI Sulteng, program pembagian sembako di Sulawesi Tengah bukan sekadar kegiatan sosial musiman.

Bendahara PSI Sulawesi Tengah

Agus menyebut jaringan relawan, aktivis partai, hingga simpatisan ikut terlibat langsung menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah seperti Sigi, Donggala, Palu, dan Parigi Moutong.

“Relawan dan kader terus bergerak. Sampai sekarang belum ada kendala berarti di lapangan,” ujar Agus.

Di tingkat pusat, langkah ini juga dibaca sebagai bagian dari strategi politik yang lebih luas.

Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat PSI, Ahmad H. Ali, menilai gerakan kader di daerah dapat memperkuat hubungan partai dengan basis pendukungnya.

Menurut Ali, pembagian sembako PSI Sulteng berlangsung pada saat kondisi ekonomi nasional sedang menghadapi tekanan inflasi dan pengetatan fiskal.

Dalam situasi seperti itu, bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga masyarakat.

Namun di balik itu, ada tujuan lain yang tak kalah penting: konsolidasi organisasi.

“Kalau kader sering turun dan bertemu langsung dengan masyarakat, konsolidasi di akar rumput akan jauh lebih kuat,” kata Ali.

Ia juga mengingatkan bahwa kerja politik kini tak hanya berlangsung di lapangan.

Selain memperkuat jaringan di masyarakat, PSI juga diminta memperluas konsolidasi di ruang digital.

Pesan itu, menurut Ali, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar partai-partai memperkuat komunikasi dengan masyarakat bawah sekaligus aktif di ruang maya.

Bagi PSI di Sulawesi Tengah, Ramadhan tahun ini tampaknya bukan hanya soal berbagi bantuan pangan.

Di balik distribusi sembako jelang Idul Fitri, partai tersebut sedang menata ulang mesin politiknya—dari lorong-lorong kampung hingga jaringan media sosial.