Sebelumnya pihak PT CNE mengakui terjadi keterlambatan dalam proses terbitnya izin tersebut yang butuh proses dan waktu yang tidak bisa singkat. Namun itu sudah terselesaikan.
Selain masalah keterlambatan pengurusan izin, kendala juga muncul disaat pelaksanaan proyek dilapangan yakni mata air yang cukup deras di dasar penggalian pondasi mall.
Selain itu, struktur tanah yang berpasir juga menjadi salah satu kendala. Namun kendala tersebut juga bisa diatasi dengan baik oleh konsultan pengawas dan manajemen proyek pembangunan mall.
Sejak awal pembangunan kembali gedung NTM tersebut, pihak management pemasaran PT CNE selaku pengelola mall, telah memulai upaya untuk menarik minat para tenant agar mau bergabung.
Melalui konsultan Pemasaran PT CNE telah melakukan upaya-upaya yang sangat luar biasa dalam memasarkan ruang sewa pada tenant besar yang ada di Kota Jakarta. Sejauh ini peminatnya sangat luar biasa. Tenant-tenant yang dimaksud adalah Starbuck, Matahari, juga akan ada salah satu department store terbesar di Indonesia, SOGO.
Gedung NTM yang sedang dibangun itu, bukanlah sekadar gedung biasa, tetapi akan menjadi mall pertama bertaraf nasional yang berlokasi dipusat ibukota Provinsi Sulteng. Artinya, keberadaan mall ke depan bukan hanya sebagai tempat berbelanja, namun akan menjadi salah satu tempat wisata dan rekreasi bagi warga Kota Palu kedepan.
