Menurut Herman, kepengurusan baru nantinya harus mampu bergerak cepat membangun struktur kerja yang efektif hingga tingkat akar rumput.
“Saya ingin ke depan betul-betul semuanya adalah kabinet kerja, semuanya bekerja dan merepresentasikan seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia juga meminta agar DPD Demokrat Sulteng segera mempersiapkan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai tahapan lanjutan konsolidasi organisasi pasca-Musda.
Sementara itu, Kepala BPOKK DPP Demokrat, Ossy Dermawan, mengapresiasi jalannya Musda Demokrat Sulteng yang berlangsung aman dan kondusif.
Menurutnya, pelaksanaan Musda kali ini dapat menjadi contoh konsolidasi partai yang berjalan tertib tanpa gesekan internal yang berarti.
“Musda kelima Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini dapat dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar,” katanya.
Musda Demokrat Sulteng sendiri resmi ditutup pada pukul 19.06 WITA setelah seluruh agenda persidangan dinyatakan selesai dan disahkan melalui Surat Keputusan Nomor 11 Tahun 2026.
Dalam keputusan tersebut ditegaskan seluruh proses persidangan telah berjalan sesuai AD/ART Partai Demokrat Tahun 2025, Peraturan Organisasi Partai Demokrat Tahun 2025, serta petunjuk pelaksanaan Musda dan Musdalub Tahun 2026.
Dengan hasil itu, Anwar Hafid tinggal menunggu penetapan resmi dari DPP Demokrat untuk kembali memimpin Demokrat Sulawesi Tengah lima tahun ke depan.
