Pertumbuhan antara lain ditopang kegiatan curah kering PT Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) dan bag cargo semen.
Bagi rantai pasok pangan, pergerakan komoditas tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi barang dari sentra produksi menuju pasar.
Sementara bagi sektor industri, peningkatan trafik peti kemas mencerminkan bertambahnya kebutuhan konektivitas logistik untuk mendukung aktivitas perdagangan dan pengolahan komoditas.
BACA JUGA : Digitalisasi Pembayaran di Sulawesi Tengah Makin Masif, Wagub Reny Buka-bukaan Nasib UMKM
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengatakan setiap pelabuhan memiliki karakteristik komoditas dan aktivitas yang berbeda sehingga penguatan trafik didorong oleh faktor yang beragam.
“Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru,” ujar Yusida.
Pelindo Regional 4 menyatakan akan terus berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa dan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjaga kelancaran arus kapal dan barang hingga akhir 2026.
Dengan posisi Makassar New Port sebagai salah satu simpul utama konektivitas maritim, peningkatan arus peti kemas tersebut menjadi indikator penting bagi perkembangan logistik Indonesia Timur 2026, terutama ketika aktivitas hilirisasi nikel Sulawesi dan distribusi komoditas pangan terus berkembang.


