“Kami hadapi ini dengan pendekatan bertahap, mulai dari desa-desa prioritas yang sudah siap jaringan PLN, sambil mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung,” jelas Arfan.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk mempercepat implementasi program pada 2026.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid disebut aktif memimpin rapat strategis dan mendorong sinergi bersama PLN Sulutenggo serta pemerintah kabupaten.
“Kami rutin berkoordinasi dengan PLN Sulutenggo untuk mempercepat pembangunan jaringan, gardu, dan penyambungan. Dengan pemkab, kami lakukan pemetaan bersama, sharing data, dan dukungan anggaran serta lahan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada sambungan rumah tangga, program BERANI MENYALA juga mencakup pembangunan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di desa-desa dan wilayah blankspot.
Program ini diharapkan mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan akses pendidikan, aktivitas ekonomi keluarga, hingga kualitas hidup warga di wilayah terpencil.
“Visi besarnya tidak ada lagi wilayah gelap di Sulteng. Setiap rumah berhak mendapat terang, sebagai fondasi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ini bagian dari komitmen keadilan pembangunan hingga 2029,” tutup Arfan.
