TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

LALOVE DIPILIH SEBAGAI NAMA JALAN PENGHUBUNG KELURAHAN TATURA & NUNU

Namun Love dalam pengertian bahasa Kaili saat ini diartikan sebagai burung elang. Pada lingkungan tempat tinggal masyarakat kaili, burung sering berkicau atau mengeluarkan suara diketinggian pepohonan bamboo atau dari kejauhan. Masyarakat kaili tidak mengenal kebiasaan memelihara burung dalam sangkar.

Lalove itu adalah hasil dari kebudayaan setempat yang lingkungan tempat tinggalnya banyak ditumbuhi bambu. Sehingga bukan hal yang aneh bila mereka membuat sebuah alat music dari bambu.

Artinya dapat diduga bahwa Lalove adalah peniruan dari bunyi dihasilkan dari pepehonan bamboo yang kebetulan berlubang dan ditiup oleh angin.

Lalove juga memiliki kisah erat yang berkaitan dengan legenda Sawerigading yang sedang melakukan perjalanan di tanah Kaili.

Alkisah, ketika Sawerigading ingin meminang Ngilinayo, Raja wanita dari kerajaan Sigi, salah satu syarat lamaran yang diajukan oleh Ngilinayo adalah diadakannya adu ayam antara ayam milik Sawerigading dan ayam milik Ngilinayo.

Untuk memeriahkan acara adu ayam tersebut, maka dibunyikanlah alat alat music yang dibawa oleh Sawerigading, termasuk Lalove.

Halaman Selanjutnya :Ternyata suara lalove dapat mengungah/memanggil orang-orang untuk datang ke tempat adu ayam...
Komentar
maks. 1000 karakter
8 Komentar