Beberapa hari sebelum kematiannya, Situr juga diminta mendampingi warga berinisial Hi. A dalam pelaporan ke Kejati Sulteng.
Misteri kematian Situr memicu tanya di kalangan pegiat hukum dan hak asasi manusia. Tidak sedikit yang berharap hasil autopsi dari Polda Metro Jaya dapat mengurai tabir penyebab kematiannya.
Namun, kecurigaan bahwa kepergiannya berkaitan dengan kerja-kerja advokasi agraria sulit ditepis.
“Saya kaget, tiba-tiba dengar dia sudah meninggal. Saya tanya teman, katanya dia ke Jakarta sendiri,” kata Anwar.
Kini, publik menanti apakah ini hanya kematian biasa atau ada jejak tekanan dari pihak yang terusik oleh keberanian seorang jurnalis muda.
