TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Kebebasan Pers 2026 Disorot, Jurnalis Sulteng Tuntut Kesejahteraan

Selain persoalan upah, jurnalis juga menghadapi berbagai tekanan saat menjalankan tugas.

Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat adanya intimidasi saat peliputan, intervensi terhadap ruang redaksi, hingga praktik swasensor.

Tekanan tersebut tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi kondisi internal seperti ketidakpastian ekonomi.

Minimnya perlindungan hukum dinilai semakin memperburuk situasi jurnalis di lapangan.

Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah menegaskan bahwa kesejahteraan dan kebebasan pers merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Jurnalis yang tidak sejahtera dinilai lebih rentan terhadap tekanan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas karya jurnalistik.

“Tanpa jurnalis yang sejahtera dan merdeka, tidak akan ada pers yang benar-benar bebas,” tegas koalisi dalam pernyataan resminya.

Halaman Selanjutnya :Dalam momentum May Day 2026, koalisi mendesak perusahaan media untuk memenuhi hak-hak...