Soal soliditas internal partai yang biasa, lanjut dia, ini juga bagian penting bagi pengurus DPD-P Sulteng, bagaimana untuk menjaga kredibiltas partai sehingga public tidak kehilangan kepercayaan.
“Saya kira untuk kedepan partai harus menjaga itu, yang kita kagumi itu kan seperti partai golkar misalnya, terkadang ada riak tapi dia kembali lagi soliditasnya diperkuat kembali, artinya itu sebuah dinamika. Cuman memang menjelang proses pilkada” tutupnya.
Pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada Jumat 5 Maret lalu di Sibolangit, Sumatera Utara itu, dikabarkan terdapat ada 14 orang kader PD Sulteng yang terdaftar ikut bergabung.
Meskipun dari seluruh DPD Demokrat se Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah yang mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketum sesuai hasil kongres V partai Demokrat tahun 2020 lalu, menolak hasil KLB.
