Karena itu, Rapat Kerja (Raker) JMSI Sulteng pada akhir September 2026 akan dirangkai dengan dialog publik bersama Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulteng.
Ketua HIPKA, H. Ambo Dalle, dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.
Tema yang diangkat cukup spesifik: “Menakar Peluang Usaha di Sektor Pertambangan di Tengah Gempuran Investor Besar dari Luar Sulteng.”
Murtalib mengatakan forum tersebut diharapkan tidak berhenti menjadi ruang diskusi, tetapi dapat menghasilkan pembahasan konkret mengenai posisi pengusaha lokal dalam industri pertambangan.
BACA JUGA : Kajati Sulteng Gandeng JMSI dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Edukasi Publik
“Kami ingin Raker ini menjadi ruang diskusi konkret yang melahirkan solusi ekonomi bagi daerah, khususnya bagaimana pengusaha lokal bisa bersaing secara sehat di industri pertambangan,” ujar Murtalib.
Di luar isu pertambangan, ada tiga agenda lain yang ikut disiapkan JMSI Sulteng.
JMSI Sulteng akan memfasilitasi anggotanya mengikuti UKW di Jakarta pada 28-29 September 2026.
Menurut Murtalib, sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan, terutama ketika industri media digital berkembang semakin cepat.
“Peningkatan kompetensi jurnalis lewat UKW adalah instrumen vital untuk menjaga kualitas, integritas, dan profesionalisme media siber Sulteng,” katanya.


