Tim Preemtif Madago Raya Gandeng Tokoh Agama di Poso Tangkal Faham Radikal

  • Bagikan
faham-radikal

Tim operasi unit Premtif Satgas Madago Raya gandeng tokoh agama untuk tangkal faham radikal yang dianggap sebagai ancaman kedamaian di bumi Sintuwu Maroso.

Baru-baru ini pertemuan pembentukan struktur tim terpadu cegah tangkal faham radikal digelar di kantor Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat 18 Juni 2021, yang melibatkan sejumlah unsur diantaranya, Camat, Kapolsek, Danramil, dan para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB).

Baca Juga : Panglima TNI dan Kapolri Bentuk Tiga Tim Buru Sisah Kelompok MIT di Poso

Pada kegaiatan pembentukan itu, Simon Tiolemba, yang menjabat sebagai Camat Poso Pesisir, dipilih sebagai ketua tim terpadu yang di beck up oleh Danramil 1307 dan Polsek Poso Pesisir. Selain itu juga tokoh Agama Islam dan Kristen juga ikut dilibatkan sebagai penyuluh dalam tim terpadu itu.

Pembentukan tim terpadu tersebut, sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menangkal faham radikal yang sewaktu-waktu berkembang ditengah-tengah masyarakat. Hal itu disampaikan oleh ketua tim terpadu, Simon Tiolemba, melalui rilis yang dibagikan kepada sejumlah jurnalis di Palu.

Baca Juga : TNI-POLRI Buru Sisah Kelompok Bersenjata Di Hutan Poso

“ Tujuan pembentukan tim terpadu ini agar kita bisa bekerjasama dalam hal menangkal kemungkinan adanya faham radikal di wilayah Kec. PPS dan sangat penting dalam menyikapi perkembangan situasi diwilayah PPS” tulisnya.

Selain itu peran tokoh agama juga sangat diharapkan gun memberikan rasa aman dalam memberikan ajaran agama yang benar kepada generasi muda, agar kedepan bisa menjadi generasi yang dapat di andalkan dalam mengisi pembangunan.

Sementara itu juru bicara Kasatgas Madago Raya, Kombes Polisi Didik Supranoto, secara singkat dirinya mengapresiasi kegiatan pembentukan tim terpadu dalam cegah faham radikal oleh unit Preemtif Madago Raya di wilayah Poso.

“ Ini menunjukan masyarakat mulai sadar bahwa dalam menangani faham radikal bukan hanya tugas Polri & TNI tetapi diperlukan keterlibatan semua pihak, semoga ini dapat diikuti Kecamatan lain di Kabupaten Poso,” harapnya.

  • Bagikan
error: Content is protected !!