Dibiayai melalui program Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL), proyek ini dikerjakan oleh PT Bumi Karsa dengan standar kualitas tinggi.
Setiap tahapan pengerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat agar hasilnya memenuhi kriteria ketahanan bencana dan keberlanjutan.
Berikut adalah beberapa elemen konstruksi utama yang telah diselesaikan dalam proyek ini:
- Pekerjaan timbunan sepanjang 2,35 km
- Pembangunan retaining wall setinggi 3,5 meter
- Pemasangan block armor untuk perlindungan terhadap tsunami
- Pembangunan box culvert di 7 titik (15-35 meter per titik)
- Pengaspalan dengan tiga lapisan utama: AC-Base (9,5 cm), AC-BC (6 cm), AC-WC (4 cm)
Kini, proyek ini telah tuntas dikerjakan dan sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada Januari 2025, menandai komitmen BPJN Sulawesi Tengah dalam membangun infrastruktur berkualitas tinggi yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga : BPJN Sulteng “Kunci” Kemantapan Jalan Nasional Sulawesi Tengah Mencapai 97,40 Persen Akhir 2024
Paket A2 Jalan Cumi-Cumi bukan hanya proyek rekonstruksi, tetapi juga representasi kebangkitan Palu pascabencana.
Dengan konsep Build Back Better, proyek ini mencerminkan bagaimana inovasi dalam pembangunan infrastruktur dapat menjadi solusi jangka panjang bagi tantangan geologis di Indonesia.
Dengan keberadaan elevated road yang berfungsi sebagai jalur transportasi dan tanggul tsunami, proyek ini menjadi acuan bagi pembangunan infrastruktur tangguh di wilayah rawan bencana lainnya.
Dengan sinergi antara teknologi, perencanaan matang, dan dukungan berbagai pihak, Jalan Cumi-Cumi kini menjadi fondasi baru bagi ketahanan masyarakat Palu.
Dengan proyek ini, Palu tidak hanya membangun kembali kota yang lebih kuat, tetapi juga menetapkan standar baru bagi pembangunan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
Sebuah langkah maju menuju masa depan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
