“Dengan penambahan panjang dan lebar Dermaga PLNI pelabuhan kelas II Luwuk ini, lebih dari dua kapal PLNI dapat bersandar, yang sebelumnya hanya bisa disandari satu kapal saja,” jelas Anwar Hafid, mantan Bupati Morowali dua periode.
Proyek pengembangan dermaga ini menelan anggaran sebesar Rp 54 miliar yang sepenuhnya didanai oleh Kementerian Perhubungan RI. Pengerjaan proyek ini dipercayakan kepada PT. ESPREZZA Cipta dan diperkirakan akan rampung dalam tempo tiga bulan.
Baca Juga : BPJN Sulteng Siapkan Pelebaran Jalan Nasional Senilai 120 Miliar untuk Menyulap Kemacetan Jadi Lancar !
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk, Masno, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Iksan, menegaskan bahwa proyek ini dimulai pada Februari 2024 dan ditargetkan selesai pada 31 Oktober 2024.
“Insya Allah proyek pelebaran dan perpanjangan Dermaga Pelabuhan kelas II Luwuk ini akan rampung pada 31 Oktober 2024 mendatang,” kata Iksan yakin.
Dalam kunjungan tersebut, Anwar Hafid juga menekankan pentingnya proyek ini bagi perekonomian lokal. Dengan peningkatan kapasitas dermaga, diharapkan arus barang dan penumpang bisa lebih lancar dan efisien, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banggai dan sekitarnya.
Anwar Hafid menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia.
