“Kami mendukung Kepala BPJN. Tapi Satker PJN 2 menutup diri, menutup akses, dan itu tidak bisa dibiarkan,” ucap Raslin.
Selain mendesak pencopotan Kasatker, para demonstran juga menyatakan akan membawa masalah ini ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Jenderal Bina Marga.
Mereka menegaskan akan meminta audit menyeluruh terhadap proyek jalan nasional yang dianggap bermasalah di Sulawesi Tengah.
“APBN dalam satu dekade sudah triliunan. Minggu depan kami akan ke Jakarta untuk melaporkan Satker PJN 2 ke Inspektorat Jenderal Bina Marga,” kata Raslin.
Massa juga menyoroti pengerjaan proyek jalan lingkar dalam Kota Palu oleh perusahaan Nindya Karya KSO Pasokorang.
Baca Juga : Tender Proyek di Banggai Kepulauan Diduga Didesain Tertutup
Menurut mereka, proyek senilai Rp220 miliar itu sudah mengalami kerusakan meski belum mencapai tiga tahun sejak dikerjakan.
Hingga berita ini diturunkan, Kasatker PJN 2 Yudha Sandyutama belum memberikan tanggapan atas tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirim pada Rabu malam belum mendapat jawaban.
Para demonstran menegaskan aksi protes tidak akan berhenti sebelum tuntutan mereka dikabulkan.
