Lebih jauh, Mastang menambahkan bahwa KPU perlu melibatkan pihak eksternal dalam proses sosialisasi Pilkada.
Menurutnya, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, informasi mengenai Pilkada bisa tersampaikan dengan lebih efektif kepada warga Parigi Moutong.
“Kolaborasi dengan pihak eksternal bisa menjadi solusi agar pesan terkait Pilkada bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya menyoroti kelemahan penyelenggaraan debat paslon Parigi Moutong, Mastang juga menilai bahwa para calon bupati yang berpartisipasi dalam debat tersebut perlu meningkatkan penguasaan materi visi dan misi mereka.
“Masih banyak calon yang kurang fokus dalam menjawab pertanyaan. Jawaban mereka kadang tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan, ini perlu diperbaiki pada debat berikutnya,” tutup Mastang.
Dengan berbagai kritik ini, diharapkan KPU Kabupaten Parigi Moutong bisa melakukan perbaikan dalam pelaksanaan debat berikutnya dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam agenda Pilkada 2024.
