Banyak warga Kabupaten Parigi Moutong yang hadir namun tidak mendapatkan akses atau fasilitas yang cukup.
“Banyak warga yang ingin berpartisipasi secara langsung tetapi tidak terfasilitasi dengan baik oleh KPU,” tambahnya. Tidak hanya itu, menurut pengamatannya, jumlah penonton debat yang disiarkan melalui kanal TV dan YouTube KPU juga sangat rendah. “Penonton di TV tidak sampai 1000, sementara di YouTube hanya mencapai 250 penonton, sangat jauh dari total jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 327.357 pemilih,” jelas Mastang.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa sosialisasi agenda Pilkada belum maksimal.
Debat paslon Parigi Moutong 2024 ini seharusnya menjadi salah satu momen penting dalam kampanye politik, namun minimnya partisipasi masyarakat menjadi catatan penting bagi KPU.
Mastang menegaskan bahwa KPU harus meningkatkan upaya sosialisasi agar lebih banyak warga yang terlibat aktif dalam tahapan Pilkada ini.
“Debat publik ini adalah salah satu cara bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam visi dan misi calon pemimpin mereka. Namun jika sosialisasi kurang maksimal, tentu akan berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat,” ujarnya.
