“Alat berat langsung diturunkan dalam waktu empat jam setelah kejadian, dan akses jalan sudah mulai dibuka kembali,” ujar Andriko di lokasi kejadian.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
“Selain longsor, kita juga harus mengantisipasi banjir dan angin kencang yang kerap terjadi di wilayah ini,” tambahnya.
Pemerintah daerah bersama BPJN NTT terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur Trans-Timor.
Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan penguatan struktur jalan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Langkah Antisipasi dan Target Perbaikan
Agustinus Junianto menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur di lokasi longsor akan dilakukan dalam dua minggu mendatang.
“Kami akan mengevaluasi kondisi lereng dan memperkuat titik rawan agar tidak terjadi longsor susulan,” katanya.
Pemerintah NTT juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca dari pihak berwenang dan melaporkan tanda-tanda potensi bencana di sekitar mereka.
