Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Anwar Hafid Keluarkan ‘Jurus Jitu’ Berani Cerdas Sulteng, Bawa Beasiswa ke Panggung Nasional

Artinya, Berani Cerdas mulai bergerak dari sekadar program bantuan pendidikan menjadi instrumen kebijakan untuk membangun rantai SDM Sulawesi Tengah.

Mahasiswa mendapatkan akses pendidikan, lulusan memiliki peluang melanjutkan studi, sementara bidang-bidang tertentu dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah.

Langkah tersebut membuat isu Berani Cerdas tidak lagi hanya menjadi isu lokal Sulawesi Tengah.

Ketika gubernurnya dipercaya menjadi keynote speaker di forum nasional ETOS ID, pengalaman kebijakan pendidikan daerah tersebut ikut masuk dalam diskusi yang lebih luas mengenai investasi SDM Indonesia.

Sorotan terhadap Berani Cerdas juga tidak terlepas dari besarnya dukungan fiskal yang diberikan pemerintah daerah.

Total anggaran berbagai program pendidikan yang berkaitan dengan kebijakan tersebut pada 2026 mencapai sekitar Rp355,261 miliar.

Angka itu disebut setara sekitar 7,28% dari total APBD Sulawesi Tengah yang berada di kisaran Rp4,7 triliun.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan belanja pendidikan tersebut sebagai investasi jangka panjang.

Logikanya sederhana: peningkatan kualitas manusia tidak menghasilkan perubahan dalam hitungan bulan, tetapi dapat menentukan daya saing daerah dalam jangka panjang.

Karena itu, keberhasilan Berani Cerdas nantinya tidak hanya dapat diukur dari berapa banyak mahasiswa menerima beasiswa.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar program tersebut mampu meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan, menghasilkan lulusan berkualitas, memperkuat kompetensi tenaga kerja dan pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Tengah.

Kehadiran Anwar Hafid di CBC 2026 menjadi salah satu momentum untuk membawa gagasan tersebut keluar dari ruang kebijakan daerah.

Di hadapan ekosistem beasiswa nasional, Berani Cerdas diperkenalkan sebagai pengalaman Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membangun SDM.

Program ini juga memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Jika selama ini persoalan beasiswa sering identik dengan program pemerintah pusat, kampus atau lembaga sosial, Sulawesi Tengah mencoba memperkuat intervensi pemerintah provinsi melalui skema Berani Cerdas.

Pada akhirnya, sorotan nasional terhadap Berani Cerdas bukan semata karena Anwar Hafid tampil sebagai keynote speaker.

Yang lebih penting adalah munculnya perhatian terhadap model kebijakan pendidikan yang sedang dibangun di Sulawesi Tengah.

Dari Palu, program tersebut kini masuk ke percakapan yang lebih luas tentang bagaimana pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran publik untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas SDM dan memutus hambatan ekonomi yang membuat sebagian anak daerah kesulitan melanjutkan pendidikan.

Dengan jumlah penerima yang telah mencapai sekitar 47 ribu mahasiswa pada 2026, dukungan anggaran ratusan miliar rupiah, serta perluasan hingga S2, S3 dan pendidikan dokter spesialis, Berani Cerdas kini menghadapi tahap yang lebih penting, membuktikan bahwa investasi besar tersebut benar-benar mampu menghasilkan perubahan kualitas manusia Sulawesi Tengah.

Bagi Anwar Hafid, panggung CBC 2026 menjadi ruang untuk membawa pesan tersebut ke tingkat nasional.

Bagi Sulawesi Tengah, perhatian dari ekosistem beasiswa nasional menjadi sinyal bahwa kebijakan pendidikan daerah mulai dilihat bukan hanya sebagai program lokal, tetapi sebagai salah satu eksperimen kebijakan dalam membangun SDM dari daerah.

Dan bagi generasi muda Sulteng, inti dari seluruh kebijakan tersebut kembali pada satu hal, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi tidak semestinya ditentukan semata-mata oleh kemampuan ekonomi keluarga.