Charger iPhone kelihatannya memang sederhana. Tinggal colok kabel, sambungkan ke adaptor, lalu baterai mulai terisi.
Tapi di balik rutinitas tersebut, pemilihan charger ternyata tidak boleh asal.
Apalagi sekarang pilihan adaptor dan kabel makin beragam. Ada yang menawarkan 20W, 30W, 40W, bahkan lebih tinggi. Harganya juga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Pertanyaannya, apakah watt semakin besar otomatis semakin bagus?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Apple memperbolehkan iPhone diisi menggunakan adaptor daya pihak ketiga selama memenuhi standar USB dan standar keselamatan yang berlaku. Untuk pengisian cepat, kebutuhan daya juga berbeda berdasarkan model iPhone.
Karena itu, cara memilih charger iPhone yang tepat bukan sekadar mencari adaptor dengan angka watt terbesar. Yang lebih penting adalah memastikan adaptor, kabel, dan standar pengisian dayanya benar-benar kompatibel.
Ciri Charger iPhone yang Aman, Jangan Cuma Lihat Watt
Salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ciri charger iPhone yang aman.
Adaptor yang aman seharusnya memenuhi standar keselamatan dan spesifikasi yang sesuai. Apple menyebut pengguna dapat menggunakan adaptor daya pihak ketiga selama memenuhi peraturan negara serta standar keselamatan internasional dan regional yang berlaku.
Untuk iPhone yang mendukung pengisian cepat, dukungan USB Power Delivery (USB-PD) juga menjadi faktor penting.
Misalnya, Apple menyebut iPhone 12 dan model lebih baru membutuhkan adaptor dengan daya minimum 20W untuk pengisian cepat. Untuk model tertentu yang lebih baru, kebutuhan daya optimal bisa berbeda.
Jadi, jangan terpaku pada tulisan besar seperti “100W Super Fast Charger” di kemasan.
Yang perlu dicek justru:
- Mendukung standar USB yang sesuai.
- Memiliki output yang kompatibel dengan iPhone.
- Mendukung USB-PD jika ingin pengisian cepat.
- Memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
- Tidak memiliki kabel atau konektor yang rusak.
- Tidak mudah panas secara berlebihan ketika digunakan.
- Dibeli dari produsen atau penjual yang kredibel.
Apple juga memperingatkan bahwa adaptor atau kabel yang rusak dapat meningkatkan risiko kebakaran, sengatan listrik, cedera, atau kerusakan perangkat.
Dengan kata lain, charger murah belum tentu berbahaya, tetapi charger murah tanpa standar yang jelas jelas bukan pilihan ideal.
Cara Memilih Kabel iPhone yang Tepat
Selain adaptor, cara memilih kabel iPhone juga tidak kalah penting.
Model iPhone terbaru menggunakan konektor USB-C, sedangkan sejumlah generasi sebelumnya masih menggunakan Lightning. Apple menyebut iPhone 15 dan model lebih baru memiliki konektor USB-C, sementara model yang lebih lama menggunakan kabel USB-C ke Lightning atau kabel Lightning sesuai perangkatnya.
Artinya, sebelum membeli kabel, pastikan terlebih dahulu jenis port pada iPhone.


