Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Anwar Hafid Keluarkan ‘Jurus Jitu’ Berani Cerdas Sulteng, Bawa Beasiswa ke Panggung Nasional

Anggaran tersebut tidak berhenti pada bantuan pendidikan tinggi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengalokasikan dukungan bagi siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah, program CERDAS Istimewa dan Bakat Istimewa, pembiayaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) serta Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK, bantuan bagi guru dan pendidik, hingga penguatan sarana pendidikan berbasis digital.

Dengan demikian, Berani Cerdas berkembang menjadi sebuah ekosistem intervensi pendidikan yang mencakup berbagai jenjang.

Fokusnya bukan hanya membuat masyarakat mampu masuk perguruan tinggi, tetapi juga menjaga agar proses peningkatan kualitas SDM berlangsung dari pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan gagasan besar pemerintahan Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido untuk memperkuat kualitas manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.

Salah satu cita-cita yang kerap dikaitkan dengan Berani Cerdas adalah “satu rumah tangga satu sarjana”.

Gagasan tersebut menjadi penting karena persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga kemampuan ekonomi keluarga untuk membiayai pendidikan anak hingga selesai.

Dengan intervensi pemerintah, hambatan biaya diharapkan tidak lagi menjadi alasan anak-anak Sulawesi Tengah berhenti melanjutkan pendidikan.

Anwar Hafid sendiri berulang kali menempatkan pendidikan sebagai hak dasar masyarakat.

Dalam pandangannya, pembangunan SDM membutuhkan waktu panjang sehingga kebijakan pendidikan tidak semestinya hanya dilihat berdasarkan hasil jangka pendek selama satu periode pemerintahan.

Orientasi tersebut kemudian diterjemahkan melalui Berani Cerdas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ingin memastikan semakin banyak anak daerah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, termasuk hingga jenjang pascasarjana dan profesi.

Di titik inilah kehadiran Anwar Hafid di Compass Building Camp 2026 memiliki arti strategis.

Program yang lahir dari kebijakan pemerintah daerah tersebut kini diperkenalkan di tengah forum yang mempertemukan penerima dan pengelola beasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.

ETOS ID sendiri merupakan program yang diselenggarakan untuk membangun semangat juang pemuda daerah melalui edukasi dan inspirasi dari tokoh strategis, influencer serta coach.

Program tersebut memiliki perhatian yang kuat terhadap pengembangan kapasitas generasi muda daerah.

Pertemuan Berani Cerdas dengan ETOS ID karena itu memiliki irisan yang cukup kuat.

Jika Berani Cerdas berperan memperluas akses pembiayaan pendidikan yang diberikan pemerintah daerah, ETOS ID menitikberatkan pembinaan kapasitas, integritas dan pengembangan potensi mahasiswa.

Keduanya bertemu pada agenda yang sama: bagaimana pendidikan tidak berhenti pada pemberian akses, tetapi menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan, karakter dan daya saing.

Bagi Sulawesi Tengah, perhatian nasional terhadap Berani Cerdas juga datang ketika jumlah penerima manfaat program tersebut mengalami peningkatan tajam.

Dari 23.569 mahasiswa pada tahap awal menjadi sekitar 47 ribu penerima pada 2026, ekspansi tersebut menunjukkan besarnya skala kebijakan pendidikan yang sedang dijalankan Pemprov Sulteng.

Kenaikan penerima juga dibarengi dengan perluasan sasaran.

Pemerintah tidak hanya mempertahankan skema beasiswa mahasiswa, tetapi mulai mengarahkan dukungan terhadap kebutuhan pendidikan lanjutan yang dianggap strategis bagi pembangunan daerah.

Halaman Selanjutnya :Artinya, Berani Cerdas mulai bergerak dari sekadar program bantuan pendidikan menjadi instrumen...