Politisi partai Golkar ini mengatakan selain ditingkatkan poros jalan ini menjadi jalan strategi nasional, juga di wilayah Tambu Kabupaten Donggala diusulkan dibangun pelabuhan fery yang akan jadi jembatan mengangkut barang komoditas dari wilayah Timur ke Ibukota Negara baru di Kalimantan Timur.
“Saya mengapresiasi usulan Pemprov Sulteng dalam RPJMN 2020 – 2024 untuk membangun jalan tol Tambu-Kasimbar. Hanya saja, biaya untuk pembangunan jalan tol itu cukup mahal dan jika ditawarkan melalui investasi ke pihak swasta, juga belum tentu ada yang mau” jelas Muhiddin M Said yang juga Wakil ketua Komisi V DPR RI bidang infrastruktur.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. Longki Djanggola MSi yang diwakili Kepala Bappeda Dr. Ir. Hasanuddin Atjo MP didalam rapat konsultasi regional Gubernur Sulawesi di Manado 5-6 Agustus 2019 mengusulkan poros jalan TOL Tambu – Kasimbar yang menghubungkan Kabupaten Donggala di wilayah Pantai Barat dengan Kabupaten Parimo di wilayah Pantai Timur, agar dimasukan dalam RPJMN 2020 – 2024.

Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP
“Tol Tambu-Kasimbar ini nantinya akan menghubungkan Ibukota baru di Kalimatan dengan wilayah di timur Indonesia seperti Papua, Maluku dan Maluku Utara. Tol Tambu-Kasimbar yang panjangnya sekitar 20 km” kata Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo, kepada Koran Trilogi.
